Aku terkadang suka’ mikir,
dari sekian orang pinter yang ada di kampus yang mukanya pada aneh-aneh, yang
setiap harinya hanya membahas soal-soal, bergelut dengan persamaan-persamaan,
selau berfikir secara analisa, yang seharian adanya cuma di depan komputer,
atau ngendap seharian di dalam laboratorium, apa mereka semua pernah berfikir
tentang indahnya dunia ini? Apakah mereka pernah jatuh cinta? Ataukah
orang-orang seperti mereka punya orientasi seksual yang lain daripada yang
lain? Seperti misalnya mereka hanya ereksi setiap kali melihat angka. Oke, hal itu
gak mungkin, fantasiku yang terlau berlebihan kawan. Kalo hal itu terjadi
mungkin buku-buku di dunia ini gak ada yang tahan lama di tangan mereka. Hari
ini beli, malemnya udah pada sobek dan berlendir semua. Atau pas dosen lagi jelasin invers matriks gaussian dengan nulis
contoh soal di papan tulis dengan spontan mereka udah berbugil ria dan
manjat-manjat dan menjilati
papan tulis gak jelas. Oke, aku tau itu juga mustahil kawan. Mari kita coba
dengan sesuatu yang lebih mendekati realita. Hmm, apa mungkin mereka birahi
hanya dengan cewek yang punya tato rumus phitagoras di bokong? Kayaknya itu
juga gak mungkin.
Bagaimana pun mereka juga manusia yang juga punya hasrat.
Pasti mereka juga punya naluri menyukai ciptaan tuhan yang paling indah dunia
yang sering kita sebut PEREMPUAN.
Yeeaaahhh...!! I Love Girls.
Yang sekarang jadi beban
di dalam fikiranku, metode yang bagaimana yang mereka lakukan saat mereka
mendekati seorang perempuan? Apa mungkin mereka mendekati perempuan dengan cara
orang jaman dulu dengan menggunakan kertas yang biasa mereka gunakan sebagai
media untuk memecahkan soal? Kalo hal ini benar, sesuai dengan versi imajinasi ku, mungkin
seperti inilah jadinya surat cinta yang mereka buat :
Untuk “…” tersayang
Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5
Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1
Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang
Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (900 < x < 2700)
Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5
Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1
Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang
Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (900 < x < 2700)
Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya
Salam sayang dari orang yang selau memikirkanmu secara
kontinyu dan tak hingga
“.....”
Fuiiccchhh..... Terlalu sedih hidup mereka. Tapi mau
tak mau ini adalah cara mereka dalam mengungkapkan cinta. Mereka juga laki-laki
sejati.
Selain mereka, aku juga bingung ngeliat para supir-supir
angkot kita dalam mengungkapkan cinta. Kenapa kawan? Karena aku melihat selalu
ada isi hati yang mereka tuangkan secara kreatif lewat kata-kata dan tulisan yang
jelas dan tegas
di pantat-pantat mobil mereka (untung aja
gak dipantat sopirnya). Apa jadinya jika mereka nembak cewek yang mereka
suka dengan surat? Tentu hasilnya akan beda dengan orang pinter buat.
Bagaimana jadinya kalo hal ini terjadi? Kira-kira jadinya
akan seperti ini. Aku pernah
bayangin pas abang-abang
supir angkot narik pagi-pagi, trus ada mahasiswi yang cakep naek mobilnya, trus
si sopir yang nafsunya lagi
menggebu-gebu langsung jatuh cinta ama tu cewek. Besoknya dia lewat lagi di
tempat yang sama dan di jam yang sama pula. Yup, misi sukses. Si cewek naek
angkotnya lagi. Hal itu berlangsung secara berulang-ulang di setiap harinya.
Cinta yang di rasakannya kian hari kian menjadi. PeDeKaTe pun di mulai. Sampai
suatu hari dimana dia merasa telah mendapatkan hari yang tepat untuk nembak.
Entah srategi apa yang dilakukan si sopir hingga si cewek gak menyadari kalo si
supir secara diam-diam nyelipin surat cintanya ke dalam tas si cewek. Pas si
cewek sampek kampus masuk kelas dan ngambil buku buat nyatet, dia ngeliat ada
sepucuk surat beramplop warna merah jambu bergambar hello kitty dan ada bekas olinya. Spontan tu cewek baca
suratnya yang isinya kira-kira gini :
Dear adek “...” tercinta...
Saat
pertama kali adek naek angkot abang pagi hari itu, Abang langsung jatuh hati
dengan kecantikan adek. Abang yang dulunya “AN3DIS!!! (ANTI GADIS)” karena pernah di kecewakan oleh pacar abang yang dulu yang
juga berawal dari penumpang abang. Tapi adek berbeda dengan dia. Dia itu "UCOK=
Uang Cukup Ongkos Kurang".
Tapi adek
berbeda. Sifat adek telah meluluhkan hati abang. Padahal abang hampir aja berubah fikiran untuk jadi homo. Adek lah yang udah mengubah segalanya.
Dear adek “...” tersayang..
Sejak pagi itu, abang mutusin untuk “NEW
FEAR THE ME ADEK (Nyupir demi adek)”. Makanya setiap pagi abang selalu
sempetin narik lewat rumah adek di jam yang sama. Hati abang udah bulat untuk
nikahin adek. Itu pun kalo adek berkenan. Abang gak perduli kalo nanti abang
punya “MER - 123 - LUCK (Mertua Galak”). Walaupun cinta kita tak di
restui oleh mamanya adek. Karna abang benar-banar cinta adek dengan setulus
hati abang.
Dear adek “...” terkasih...
Kalo memang adek berkenan,
maukah adek temenin abang untuk nonton layar tancep nanti malem? Malem ini ada
layar tancep di deket pangkalan abang, dan filmnya bagus. Judul filmnya “CAN’T
ARE ROCK (Ken Arok)”. Abang
pengen adek bisa ikut sebagai first date kita.
Dear adek “...” tercantik...
Abang tau abang ini gak
punya harta. Abang juga ngerti kalo abang ini jelek. Orang-orang di pangkalan
sering bilang “Moe K Sue Fear 1/3 Rong (Muka Supir seperti garong)”. Tapi kalo adek nerima cinta abang,
abang janji gak akan ngecewain adek. Ya, walaupun nanti kita gak akan punya
rumah yang mewah, dan hanya beralaskan kasur yang dekil, tapi demi cinta "be
are the kill us all come f??k (BIAR DEKIL ASAL KOMPAK)”, kita pasti
akan bahagia. Abang gak akan membiarkan adek kekurangan makan. Abang rela di
bilang “SO FEAR SHE N THINK (Sopir Sinting)” karena narik seharian gak
ada berhenti “THE ME anak IS 3 (DEMI ANAK ISTRI)”. Walaupun nanti abang di
bilang kawan-kawan di pangkalan sebagai “BE YOUNG CARE ROCK (Biang Kerok)”
yang bikin sewa mereka sepi,tapi abang gak perduli. Karena abang punya prinsip "BERSATU
DI PANGKALAN BERSAING DIJALANAN".
Dear adek “...” termanis...
Abang mohon agar cinta
abang yang suci ini diterima dan di balas dengan cinta. Walaupun kita ini jauh berbeda alias "Ora Sama Bin Lain",
walaupun “Cintaku Berat Di Bensin”, tapi abang sangat berharap kita
dapat bersatu. Abang gak mau kita “Bercinta di Bis Berpisah di Terminal”.
Karena “PUTUS CINTA… sudah biasa…PUTUS ROKOK… merana…PUTUS REM… matilah kita…”.
Dear adek “...” tersegalanya...
Sekali lagi abang mohon agar
adek tidak menolak cinta abang. Asal adek tau aja, abang ini "besar
di rantau, tua di jalan". Jadi kawan-kawan abang di kampung banyak
yang “Ja500Let
(Jago Pelet)”. Semoga cinta kita bersatu, dan hidup bahagia. Oya dek,
satu lagi. Tadi pas adek bayar ongkos buat pergi kekampus, uangnya kurang gopek. Kalo adek nerima cinta abang, abang
akan ikhlas. Tapi kalo adek nolak cinta abang, tolong ongkosnya di lunasi dek.
Dari
orang selau mencintaimu sepanjang jalan
“Abang
supir angkot”
Dan aku yakin alhasil dari surat
cinta ini adalah patah hati buat si sopir. Dan si cewek mau gak mau harus mau
karna menanggung malu untuk melunasi sisa ongkos. Si cewek, Saking bencinya ama
tu sopir, pun langsusng bunuh diri setelah ngelunasin sisa ongkos karna takut
kena pelet ama tu sopir. Nasib si abang sopir, akhirnya sukses jadi homo.
Selamat buat abang sopir angkot! Aku gak akan mau naek angkotmu bang. Dan yang terakhir, aku turut berduka cita yang
sedalam-dalamnya buat si cewek dan keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar